Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Saturday, 10 September 2016

SEJARAH DINASTI AL-AYYUBIYAH

PERKEMBANGAN PERADABAN ISLAM PADA MASA KEKUASAAN DINASTI AYYUBIYAH DI MESIR (1137 – 1193 M)
                         
1.       Latar Belakang  Berdirinya dinasti Ayyubiyah
Ayyubiyah adalah sebuah dinasti sunni yang berkuasa dimesir, suriah, sebagian yaman, irak, mekah, hejaz dan dyarbakir. Dinasti ini didirikan oleh salahuddin alayyubi pada tahun 1174M. nama lengkapnya adalah salahuddin yusuf ibn ayyub ia berasal dari suku kerdi hadzbani, ia adalah putra najmudin ayyub dan keponakan asaddudin syirkuh. Najmudin ayub dan asadudin syirkuh hijrah dari kampung halamanya didekat danau fan ke takrit, irak. Salahuddin lahir dibenteng takrit pada tahun 532H atau 1137M. ketika ayahnya menjadi penguasa seljuk di takrit, pada saat itu ayah dan pamannya mengabdi kepada imaddudin zanky, seorang gubernur seljuk untuk kota mousul, irak. Ketika imaduddin berhasil merebut wilayah balbek, libanon pada tahun 534H (1139M). najmudin ayub diangkat menjadi gubernur balbek dan menjadi abdi raja suryah, yakni nuruddin mahmud. Selama dibalbek inilah salahudin menekuni teknik dan strategi perang serta politik. Selanjutnya dia mempelajari teologi sunni selama sepuluh tahun didamaskus, dalam lingkungan istana nuruddin.

2.     Biografi Tokoh Salahuddin Al-Ayyubi
 Shalahuddin Al-Ayyubi berasal dari bangsa Kurdi Ayahnya  Najmuddin Ayyub dan pamannya Asaduddin Syirkuh hijrah (migrasi) meninggalkan kampung halamannya dekat.  Danau Fan dan pindah ke daerah Tikrit (Irak). Shalahuddin lahir di benteng Tikrit, Irak tahun 532 H/1137 M, ketika ayahnya menjadi penguasa Seljuk di Tikrit. Saat itu, baik ayah maupun pamannya mengabdi kepada 1Imaduddin Zanky, gubernur Seljuk untuk kota Mousul, Irak. Ketika Imaduddin berhasil merebut wilayah 1BalbekLebanon tahun 534 H/1139 M, Najmuddin Ayyub (ayah Shalahuddin) diangkat menjadi gubernur Balbek dan menjadi pembantu dekat Raja Suriah 1Nuruddin Mahmud. Selama di Balbek inilah, Shalahuddin mengisi masa mudanya dengan menekuni teknik perang, strategi, maupun politik. Setelah itu, Shalahuddin melanjutkan pendidikannya di Damaskus untuk mempelajari teologi Sunni selama sepuluh tahun, dalam lingkungan istana Nuruddin. Pada tahun 1169, Shalahudin diangkat menjadi seorang wazir (konselor).

Bersama dengan pamannya, salahuddin melawan tentara perang salib pada tahun 559-564H (1164-1168M). mereka berhasil mengusirnya dari mesir sejak saat itu asaduddin syirkuh diangkat menjadi perdana menteri khilafah fathimiyah. Setelah pamannya meninggal jabatan perdana menteri dipercayakan kepada salahuddin al ayyubi pada tahun 1169M. disana, ia mewarisi peranan sulit yaitu mempertahankan mesir dan melawan penyerbuan dari kerajaan latin jerrussalem. Pada saat itu tidak ada seorangpun yang menyangka dia dapat bertahan lama dimesir namun keberhasilan salahuddin dalam mematahkan serangan tentara dan pasukan romawi bzantium yang melancarkan perang salib kedua terhadap mesir membuat para tentara mengakuinya sebagai penggganti pamannya.

3.           Masa pemerintahan dinasti ayyubiyah
Pada awal kedudukannya sebagai perdana menteri, ia masih menghormati simbol-simbol syiaha pada pemerintahan al adid lidinillah. Namun setelah al adid meninggal pada tahun 1171M, salahuddin menyatakan loyalitasnya kepada khalifah abbasiyah (al mustadi) dibagdad dan secara formal menandai berakhirnya rezim fathimiyah di kairo. Ia tetap mempertahankan lembaga-lembaga ilmiah yang didirikan oleh dinasti fathimiyah tetapi mengubah orientasi keagamaannya dari syiah menjadi sunni. Hal ini sesuai dengan perintah sultan nuruddin dia memerintahkan salahuddin untuk mengambil kekuasaan dari tangan khilafah fathimiyah dan mengembalikannya kepada khilafah abbasiyah di bagdad.

Penaklukan mesir oleh salahuddin pada tahun 1171M tersebut membuka jalan bagi pembentukan mazhab-mazhab hukum sunni dimesir. Salahuddin memberlakukan mazhab hanafi, sebelumnya mazhab syafiiyah yang berlaku didinasti fatiniyah. Keberhasilan tersebut mendorongnya untuk menjadi penguasa otonom dimesir. Dalam mengsolidasikan kekuatannya, ia memanfaatkan keluarganya untuk melakukan ekspansi kewilayah lain. Saudaranya dikirim untuk menguasai yaman pada tahun 1173M. taqiyuddin, keponakannya diperintahkan untuk melawan tentara salib di dimyat. Adapun syihabuddin, pamannya diberi kekuasaan untuk menduduki mesir hulu. Dari mesir, salahuddin juga dapat menyatukan syiria dan mesofotamiya menjadi sebuah kesatuan negara muslim. Pada tahun 1174 ia menrebut damaskus kemudian alippo tahun 1185 dan merebut mousul pada 1186. 

Pada masa pemerintahan salhudidin kekuatan militernya terkenal sangat tangguh pasukannya diperkuat oleh pasukan Barbar turki, dan afrika ia juga membangun tembok kota diakiro dan bukit muqattam sebagai benteng pertahanan. Dalam hal perekonomian, ia bekerja sama dengan penguasa muslim diwilayah lain. Disamping itu, ia juga menggalakan perdaganggan dengan kota-kota dilaut tengah, lautan hindia dan menyempurnakan sistem perpajakan atas dasar inilah ia melancarkan gerakan offensif (penyerangan dengan membabibuta) untuk merebut al quds (jerussalem) dari tangan tentara salib yang dipimpin oleh guy de lusignan di hittin. Akhirnya pasukannya berhasil menguasai jerussalem pada tahun 1187M. ini berarti jerussalem dapat dikuasai oleh orang muslim untuk kedua kalinya setelah delapan puluh tahun dikuasai oleh kaum kristiani. Setelah kejadian itu orang-orang frank tersingkirkan, meskipun hanya untuk sementara. Usaha besar-besaran telah dilakukan pasukan salib dari inggris, prancis dan jerman pada tahun 1189-1192M namun tidak berhasil mengubah kedudukan salahuddin. Setelah perang berakhir salahuddin memindahkan pusat pemerintahan ke damaskus.

Perjuangan salahuddin dalam merealisasikan tujuan-tujuan utamanya yaitu mengeluarkan kaum salib dari baitul makdis dan mengembalikan pada persatuan umat islam, telah menghabiskan kekuatannya dan mengganggu kesehatannya. Ia meninggal dan dimakamkan di damaskus pada tahun 1193M, setelah dua puluh lima tahun memerintah sebelum meninggal ia membagikan kekaisaran ayyubiyah kepada para anggota keluarga. Oleh karena itu, pengendalian dari pusat tetap berada dibawah kekuasaan almalik al adil (saudaranya) dan keponakannya al kamil mereka membagi imperiumnya menjadi sejumlah kerajaan kecil mesir, damaskus, alleppo dan kerajaan mousul sesuai dengan gagasan saljuk bahwa negara merupakan warisan keluarga raja. Meskipun demikian ayyubiyah tidak mengalami perpecahan, karena dengan loyalitas kekeluargaan mesir di integrasikan dalam berbagai imperium. Mereka menata pemerintahan dengan sistem birokrasi masa lampau yang telah berkembang dinegara-negara mesir dan siriya melalui distribusi iqta kepada pejabat-pejabat militer yang berpengaruh.
Ayyubiyah secara khusus enggan melanjutkan pertempuran melawan sisa-sisa kekuatan pasukan salib. Mereka lebih memprioritaskan untuk mempertahankan mesir, karena kesatuan mulai melemah akhirnya pada masa pemerintahan al kamil, dinasti ayyubiyah yang bertempat di Diyar bakr dan al jazirah mendapat tekanan dari dinasti seljuk rum dan dinasti khiwarazim syah. Selanjutnya, al kamil mengembalikan jerussalem kepada kaisar fredrick II yang membawa kedamaian dan kestabilan ekonomi bagi mesir dan syiria. Oleh karena itu, pada masa tersebut perdagangan kembali dikuasai oleh kekuatan kristen mediterrania. Setelah al kamil meninggal yakni pada tahun 1238M, dinasti ayyubiyah dirongrong oleh pertentangan-pertentangan intern pemerintah.

4.           Berakhirnya Dinasti Ayyubiyah
Runtuhnya dinasti ayyubiyah dimulai pada masa pemrintahan sultan ash shalih. Pada masa pemerintahan ash shalih terjadi serangan pasukan budak (mamluk) dari turki yang berhasil merebut kekuasaan dimesir. Walupun sebelumnya pasukannya berhasil menaklukan perang salib ke enam yang dipimpin ranja perancis ST Louis,  Setelah ash shalih meninggal pada tahun 1249M, kaum mamluk mengangkat istri ash shalih, syajarat ad durr sebagai sultan. Dengan demikian berakhirlah pemerintahan dinasti ayyubiyah dimesir. Meskipun demikian dinasti ayyubiyah masih berkuasa disuryah. Pada tahun 1260M tentara mongol hendak menyerbu mesir. Komando tentara islam dipegang oleh qutuz, panglima perang mamluk. Dalam pertempuran diain jalut, qutuz berhasil mengalahkan tentara mongol dengan gemilang. Selanjutnya, qutuz mengambil alih kekuasaan dinasti ayyubiyah. Sejak itu, berakhirlah kekuasaan dinasti ayyubiyah.


5.    perkembangan dinasti ayyubiyah.
Ilmu Pengetahuan Pada Masa Dinasti Ayyubiyah
Sebagaimana dinasti-dinasti sebelumnya, dinasti ayyubiyah juga mencapai kemajuan yang gemilang dibidang ilmu pengetahuan diantaranya.
A.            Bidang pendidikan
Pemerintahan dinasti ayyubiyah telah berhasil menjadikan damaskus sebagai kota pendidikan hal ini ditandai dengan dibangunnya dar al hadis al kamilah pada tahun 1222M dan madrasha ash shauhiyyaha pada tahun 1239M. Dar al hadis al kamilah dibangun untuk mengajarkan pokok-pokok hukum yang secara umum terdapat didalam mazhab hukum sunni. Adapun madrasha ash shauhiyyaha berperan sebagai pusat pengajaran empat mazhab.
B.             Bidang arsitektur
Kemajuan dalam bidang arsitektur dapat dilihat pada monumen bangsa arab, bangunan masjid dibeirut yang mirip gereja dan istana-istana yang menyerupai gereja.
C.            Bidang filsafat dan keilmuan
Bukti kongkrit dari kemajuan filsafat dan keilmuan pada dinasti ayyubiyah adalah adelasd of bath, karya-karya orang arab tentang astronomi dan geometri, penerjemahan bidang kedokteran. Pada bidang kedokteran juga telah didirikan sebuah rumah sakit bagi orang yang menderita cacat pikiran.
D.            Bidang industri
Kemajuan dinasti ayyubiyah dibidang industri dibuktikan dengan dibuatnya kincir oleh seorang siriya yang lebih canggih dibanding buatan orang barat. Terdapat pabrik karpet, pabrik kain dan pabrik gelas.
E.             Bidang ekonomi dan perdagangan
Dalam hal perekonomian dinasti bekerja sama dengan penguasa muslim diwilayah lain. Disamping itu, ia juga menggalakkan perdagangan dengan kota-kota dilaut tengah, lautan hindia dan menyempurnakan sistim perpajakan. Pada bidang perdagangan, dinasti ini membawa pengaruh bagi eropa dan negara-negara yang dikuasainya. Dieropa terdapat perdagangan agriculture dan industri. Hal ini menimbulkan perdagangan internasional melalui jalur laut, sejak saat itu dunia ekonomi dan perdangan sudah mengguakan sistem kredit, bank termasuk Letter of Credit (lc), bahkan ketika itu sudah ada uang yang terbuat dari emas. Selain itu juga dimulai percetakan mata uang dirham campuran (fulus). Percetakan fulus yang merupakan mata uang dari tembaga dimulai pada masa pemerintahan sultan muhammad al kamil ibn al adil al ayyubi, percetakan unag fulus tersebut dimaksudkan sebagai alat tukar terhadap barang-barang yang tidak signifikan denga rasio 48 fulus untuk setiap dirhamnya.
F.             Bidang militer
Pada masa pemerintahan salahuddin, kekuatan militernya terkenal sangat tangguh. Pasukannya diperkuat oleh pasukan Barbar, turki dan afrika. Ia juga membangun tembok kota di kairo dan muqattam sebagai benteng pertahanan. Selain memiliki alat-alat perang seperti kuda pedang dan panah dinasti ini juga memiliki burung elang sebagai kepala burung-burung dalam peperangan. Disamping itu adanya perang salib membawa dampak positif, keuntungan dibidang industri, perdagangan dan intelektual misalnya dengan adanya irigasi.
G.            Bidang kebudayaan
Salahuddin al ayyubi menjadi tokoh yang meneladankan satu konsep dan budaya, yaitu perayaan hari lahir nabi Muhammad SAW yang kita kenal dengan sebutan maulud atau  maulid. Maulud atau maulid ini berasal dari kata milad yang berarti tahun dan bermakna seperti pada istilah ulang tahun.

6.     Sebab-Sebab Terjadinya Perang Salib
            Perang Salib (491 H – 692 H/ 1097 M – 1292 M) ialah suatu peperangan yang dilakukan oleh umat Kristen Eropa terhadap umat Islam dengan tujuan untuk membebaskan Palestina, khususnya kota suci Yerusalam dan kekuasaan umaat Islam. Perang Salib ini berlangsung selama kurang ± 200 tahun, terdiri atas tujuh gelombang yang menyebabkan berjuta-juta orang gugur baik dari pihak Islam maupun pihak Kristen.
Peperangan tersebut dinamakan Perang Salib karena tentara Kristen memakai lambang Salib dalam rangka mempersatukan umat Kristen untuk menghadapi umat Islam. Sebenarnya Perang Salib ini bukanlah semata-mata perang agama tetapi ada latar belakang lain yang mempengaruhinya, antara lain 
Pertama, Perebutan kekuasaan antara Timur dan Barat yang berlangsung sejak zaman Rumawi di Barat, dan Persia (Sekarang Iran) di Timur, padahal Persia dahulu dikenal beragama Majusi.
Kedua, Agama Kristen berkembang pesat di Eropa setelah Paus Paulus mengalihkan kiblatnya ke Roma dan menjauhkan dari ajaran aslinya di tempat kelahirannya di Timur. Kemudian datang agama Islam menghancurkan penjajahan Eropa yang bertopeng agama Kristen di Syiria, Mesir dan Afrika Utara. Islam masuk ke daratan Eropa yaitu dengan menguasai Andalusia (Spanyol) di Barat dan Konstantinopel di Timur. Dengan masuknya Islam ke Eropa maka orang Kristen di Eropa menggalang persatuan untuk menghadapi kekuasaan Islam.
Ketiga, Di bidang perdagangan Eropa ingin sekali menguasai kembali pelabuhan-pelabuhandi laut Tengah, sehingga mereka dapat menguasai perdagangan antara Timur dan Barat.
Keempat, Sebagian pembesar Eropa ingin menguasai tanah-tanah yang subur di negara Timur, untuk itu mereka memberikan peluang kepada budak-budak untuk memerdekakan diri dengan jalan ikut Perang Salib.
Kelima, Para peziarah dari Eropa sering menbuat kekacauan selama berada di Palestina. Mereka membawa obor dan pedang serta pasukan pengawal yang bersenjata lengkap, sering menimbulkan kerusuhan di antara mereka. Untuk lebih menganmankan suasana, penguasa Islam melarang peziarah membawa senjata serta obor, tetapi larangan itu mereka anggap sebagai suatu penghinaan terhadap ajaran Kristen, apa lagi sebagian dari peziarah itu terdiri dari penjahat-penjahat yang ingin menghapus dosanya. Para pemimpin agama Kristen mengeluarkan  pernyataan yang mengatakan bahwa para penjahat tidak akan diampuni dosanya kecuali bila mereka melakukan ziarah ke Baitul Maqdis.

7.      Meneladani Sipat-Sipat Shalahuddin Al Ayyubi, Pahlawan Islam Dari Seratus Medan Pertempuran (1137 – 1193 M) SULTAN SALAHUDDIN AL-AYYUBI,
 Namanya telah terpateri di hati sanubari pejuang Muslim yang memiliki jiwa patriotik dan heroik, telah terlanjur terpahat dalam sejarah perjuangan umat Islam karena telah mampu menyapu bersih, menghancurleburkan tentara salib yang merupakan gabungan pilihan dari seluruh benua Eropa.
Konon guna membangkitkan kembali ruh jihad atau semangat di kalangan Islam yang saat itu telah tidur nyenyak dan telah lupa akan tongkat estafet yang telah diwariskan oleh Nabi Muhammad saw., maka Salahuddinlah yang mencetuskan ide dirayakannya kelahiran Nabi Muhammad saw. Melalui media peringatan itu dibeberkanlah sikap ksatria dan kepahlawanan pantang menyerah yang ditunjukkan melalui “Siratun Nabawiyah”. Hingga kini peringatan itu menjadi tradisi dan membudaya di kalangan umat Islam.
Jarang sekali dunia menyaksikan sikap patriotik dan heroik bergabung menyatu dengan sifat perikemanusian seperti yang terdapat dalam diri pejuang besar itu. Rasa tanggung jawab terhadap agama (Islam) telah ia baktikan dan buktikan dalam menghadapi serbuan tentara ke tanah suci Palestina selama dua puluh tahun, dan akhirnya dengan kegigihan, keampuhan dan kemampuannya dapat memukul mundur tentara Eropa di bawah pimpinan Richard Lionheart dari Inggris.
Hendaklah diingat, bahwa Perang Salib adalah peperangan yang paling panjang dan dahsyat penuh kekejaman dan kebuasan dalam sejarah umat manusia, memakan korban ratusan ribu jiwa, di mana topan kefanatikan membabi buta dari Kristen Eropa menyerbu secara menggebu-gebu ke daerah Asia Barat yang Islam.

Seorang penulis Barat berkata, “Perang Salib merupakan salah satu bagian sejarah yang paling gila dalam riwayat kemanusiaan. Umat Nasrani menyerbu kaum Muslimin dalam ekspedisi bergelombang selama hampir tiga ratus tahun sehingga akhirnya berkat kegigihan umat Islam mereka mengalami kegagalan, berakibat kelelahan dan keputusasaan. Seluruh Eropa sering kehabisan manusia, daya dan dana serta mengalami kebangkrutan sosial, bila bukan kehancuran total. Berjuta-juta manusia yang tewas dalam medan perang, sedangkan bahaya kelaparan, penyakit dan segala bentuk malapetaka yang dapat dibayangkan berkecamuk sebagai noda yang melekat pada muka tentara Salib. Dunia Nasrani Barat saat itu memang dirangsang ke arah rasa fanatik agama yang membabi buta oleh Peter The Hermit dan para pengikutnya guna membebaskan tanah suci Palestina dari tangan kaum Muslimin.

Thursday, 8 September 2016

ASAL USUL DESA SUSUKANLEBAK

Peta Desa Susukanlebak

Desa Susukanlebak merupakan sebuah wilayah yang terletak di sebelah timur Kabupaten Cirebon. Sebelum adanya pemekaran kecamatan, Susukanlebak termasuk sebagai salah satu desa yang berada di bawah Kecamatan Lemahabang. Namun, sejak terjadinya pemekaran sejumlah kecamatan di Kabupaten Cirebon, Susukanlebak didapuk menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Cirebon yang melingkupi beberapa desa di bagian selatan Kecamatan Lemahabang dan sejumlah desa di bagian barat Kecamatan Karang Sembung.
Sejatinya, sejak dulu Desa Susukanlebak sudah sangat dikenal masyarakat luar. Hal ini antara lain karena sejumlah prestasi yang ditorehkan Desa Susukanlebak dan masyarakatnya. Beberapa prestasi tersebut antara lain keberhasilan Desa Susukanlebak sebagai juara 1 lomba kebersihan desa se-Jawa Barat di tahun 1964. Akibat prestasi tersebut, Desa Susukanlebak sempat menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya di seluruh Indonesia.
Bahkan, ketika desa-desa di sekitarnya masih gelap-gulita karena belum dialiri listrik, Susukanlebak telah dicap sebagai kota di tengah leuweung (kota di tengah hutan) karena terang-benderang listrik telah menjangkau rumah-rumah di wilayah itu. Kisah ini didapat penulis berdasarkan penuturan seorang sepuh warga Desa Pasawahan pada sekitar tahun 1995. Konon, listrik yang menerangi Desa Susukanlebak itu merupakan swadaya masyarakat yang memasang generator dengan memanfaatkan derasnya aliran Sungai Cimanis.
Selain cerita listrik, Susukanlebak juga dikenal keindahannya karena memiliki desain interior yang rapih dan indah. Kerapihan dan keindahan terlihat di sepanjang jalan utama Desa Susukanlebak yang memiliki pagar bercat putih. Keindahan lainnya adalah adanya air mancur di depan pendopo Balai Desa Susukanlebak. Air mancur ini merupakan pelengkap hiasan taman di samping tugu Apollo, Burung Garuda yang mencengkeram bola dunia, dan pohon beringin yang berdiri megah.
Berdasarkan penuturan Almarhum Eno Suwarna (kami menyebutnya Abah Eno, masyarakat memanggilnya Lulugu Eno) yang merupakan sesepuh dan perangkat desa, pembuatan air mancur dilakukan setelah melakukan survei ke sebuah daerah di Kuningan, Jawa Barat. Adapun pagar bercat putih sebagai simbol bersatunya visi masyarakat setempat untuk menjadikan Desa Susukanlebak sebagai wilayah yang mencintai kebersihan, keindahan, dan kerapihan.
Nama Susukanlebak sendiri tidak diketahui sejak kapan munculnya. Susukanlebak berasal dari dua kata dalam bahasa Sunda, yakni susukan dan lebak. Dari sisi etimologi, Susukanlebak bermakna sungai yang berada di dataran rendah. Makna ini akan sesuai jika disandingkan dengan nama sebuah desa di sebelahnya, Susukan Tonggoh yang kurang lebih bermakna sungai yang berada di dataran tinggi.
Berdasarkan penuturan tetua-tetua di kampung, boleh jadi, Susukanlebak sudah ada sejak pra Islam berkembang di Cirebon. Terlebih jika menyimak sejarah leluhur Desa Susukanlebak, yakni Buyut Silem yang satu jaman dengan sosok bernama Buyut Panipes atau yang lebih dikenal sebagai Buyut Curug Landung. Nama terakhir merupakan kuwu (kepala desa) pertama sekaligus pendiri Desa Curug yang berbatasan langsung dengan Desa Susukanlebak (sebelum terjadi pemekaran menjadi Susukanlebak dan Susukan Agung).
Konon, Panipes atau Buyut Curug Landung merupakan salah seorang priyayi yang memiliki darah biru dari Pajajaran. Perjalanan Buyut Curug Landung ke wilayah timur Tatar Pasundan ditengarai dalam rangka mencari area penghidupan bagi anak-cucunya kelak. Setelah berhasil menemukan tempat yang dirasakan cocok, Buyut Curug Landung menetap dan menamakan tempat tersebut sebagai Curug yang kurang lebih bermakna air yang mengalir ke bawah.
Tidak jauh dari Kampung Curug, tinggal seorang sepuh yang linuwih dan sederhana. Dialah Buyut Silem yang dikenal sebagai kuwu Susukanlebak. Sejatinya, Buyut Silem merupakan gelar. Sementara nama aslinya tidak (atau belum) diketahui. Seperti Buyut Curug Landung, nama buyut disematkan sebagai gelar bagi seorang kepala desa ketika itu. Adapun nama silem pun merupakan gelar yang ditahbiskan kepada pendiri Susukanlebak itu setelah memenangkan sebuah pertempuran dengan Buyut Curug Landung.


Pendopo Desa Susukanlebak
Pentahbisan Buyut Silem
Alkisah, saat Buyut Curug Landung mencari wilayah untuk ditempatinya, dia bertemu dengan Buyut Silem. Sudah lazim, tampaknya, leluhur di jaman baheula melakukan adu kadigdayaan untuk mendapatkan wilayah orang lain atau sekadar mengetahui siapa yang lebih sakti. Mungkin ini pula yang terjadi dalam kisah ini, di mana Buyut Curug Landung menantang Buyut Silem untuk beradu kesaktian.
Setelah ditentukan bahwa adu kesaktian dilakukan dengan beradu menyelam di dasar Sungai Cimanis, maka ditentukanlah syarat bagi pemenang. Yakni, siapa saja yang mampu bertahan paling lama di dasar Sungai Cimanis, maka dialah pemenangnya. Adapun taruhannya: saha nu eleh, meunangkeun taneuh sakepakan hayam! (siapa yang kalah hanya mendapatkan tanah satu kepakan sayap ayam). Artinya, siapapun yang kalah, wilayahnya harus rela diserahkan kepada sang pemenang. Adapun pihak yang kalah berhak atas hibah tanah dari sang pemenang.
Konon, disaksikan sejumlah warga, kedua buyut itu pun beradu kesaktian. Keduanya mulai neuleum (bahasa sunda bermakna menyelam) hingga menyentuh dasar Sungai Cimanis. Dengan olah kanuragan yang terlatih, keduanya mampu bertahan hingga berhari-hari tidak keluar dari dasar Sungai Cimanis. Sekadar untuk diketahui, Sungai Cimanis merupakan aliran air yang bermuara di Pantai Utara (Pantura) Jawa, dengan diameter yang cukup luas dan aliran air yang digunakan untuk mengairi sawah dan ladang.
Singkat cerita, setelah lama menahan nafas dan berendam di dasar Sungai Cimanis, tiba-tiba muncul tubuh Buyut Curug Landung di permukaan. Sesuai perjanjian, maka Buyut Curug Landung harus mengakui kekalahannya. Berdasarkan perjanjian itu pula Buyut Curug Landung harus rela hanya mendapatkan wilayah sakepakan hayam.
Tidak begitu jelas bagaimana proses eksekusi sakepakan hayam itu dilakukan, yang jelas Buyut Curug Landung akhirnya mendapatkan haknya sebagai pihak yang kalah. Yakni sebuah wilayah yang luasnya jauh lebih kecil dibandingkan wilayah yang dimiliki Buyut Silem. Namun, saat itu, konon Buyut Silem sempat berujar bahwa di masa yang akan datang keturunan Buyut Curug Landung justeru akan memakai tanah yang ada di wilayahnya untuk penghidupan keturunan Buyut Curug Landung. Buyut Silem pun rela dengan kondisi demikian, asalkan kehidupan bermasyarakat di dua desa tersebut berjalan damai, rukun, dan saling menghormati.
Kini, rekam jejak bukti ke-linuwih-an Buyut Silem dapat terlihat dari dua prasasti yang mengapit sekaligus penanda batas jalan antara Desa Curug dan Desa Susukan Agung. Adapun wilayah yang dimiliki Buyut Silem memanjang mulai batas Desa Susukan Agung (sebelum pemekaran, Desa Susukan Agung termasuk ke dalam wilayah Desa Susukanlebak) hingga di ujung kulon kampung Moncongos dan berbatasan dengan Desa Susukan Tonggoh di sebelah kaler (utara).
Saat ini, baik masyarakat Desa Curug maupun Desa Susukanlebak dan masyarakat di sekitarnya hidup berdampingan dengan sangat rukun. Sudah menjadi hal yang lazim pula jika di masyarakat terjadi pernikahan yang mempertemukan pengantin dari kedua belah pihak. Terlebih lagi masyarakat di kedua desa tersebut, seperti halnya desa-desa lainnya di Kecamatan Susukanlebak, sangat menjunjung tinggi ajaran Islam sebagai way of life dalam kehidupan sehari-hari.

Masjid Nurul Kalam

Selain kisah tentang Buyut Silem, Desa Susukanlebak memiliki sejarah unik lainnya yang diidentikkan dengan keberadaan Masjid Nurul Kalam. Masjid ini termasuk dituakan di wilayah Kecamatan Susukanlebak dan sekitarnya. Masyarakat yang sekadar ingin mengetahui masjid ini biasanya datang di Hari Jumat sekaligus menunaikan Shalat Jumat di situ. Bahkan, ada juga yang datang sambil membawa anaknya yang belum bisa berjalan untuk didoakan marbot masjid agar secepatnya bisa berjalan.
Namun sayang, karena keterbatasan akses informasi yang didapat penulis, kisah seputar Masjid Nurul Kalam tidak banyak diketahui. Hanya saja tersiar kabar dari cerita para tetua di desa ini bahwa Nurul Kalam adalah nama salah seorang waliyullah penyebar agama Islam di wilayah ini. Mbah Nurul Kalam, demikian ia biasa disapa masyarakat setempat, menyiarkan agama Islam bersama saudaranya Nurus Syam.
Tidak (atau belum) diketahui tahun keberadaan mereka berdua di wilayah ini dan dari mana mereka berasal. Namun diperkirakan keduanya hidup semasa pemerintahan Kesultanan Cirebon di bawah Sultan Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Adapun jejak peninggalan Mbah Nurul Kalam, selain masjid adalah makam yang terletak di Blok Pahing Desa Susukanlebak. Hingga saat ini, makam tersebut terawat cukup baik dan kerap dikunjungi para peziarah dari berbagai daerah.

Tugu Appollo sebagai lambang bahwa masyarakat Susukanlebak berpikiran luas, cinta iptek, dan visioner



Tugu Garuda sebagai simbol nasionalisme.

TOKOH-TOKOH PERINTIS 


BUYUT SILEM
Buyut Silem adalah orang yang pertama sekali dikenal sebagai pemimpin Desa Susukanlebak yang banyak disebut-sebut orang.penulisan ini hanya dimulai dari Buyut Silem yang konon sebelumnya pun sudah ada pemimpin tapi tidak terlalu dikenal oleh masyarakat.
Adapun nama Buyut Silem itu sendiri bukanlah nama aslinya, namun hanyalah suatu nama yang merupakan julukan belaka. sebelum mendapatkan julukan buyut silem, ialah dengan nama Buyut Lotong dikarenakan badannya gemuk dan kulitnya hitam legam. Buyut ini mendapatkan nama Silem karena pada masa kepemimpinan beliau keadaan tanah Desa Susukanlebak masih semak belukar dan lokasinya terpencar-pencar diantaranya adalah : Tanah Menger, Tanah Hunyur, Tanah Pasir dan Tanah Munjul.
BUYUT TEGER
Munculnya nama Buyut Teger mempunyai kisah tersendiri yaitu atas panggilan/undangan Buyut Silem, untuk diminta bantuannya sehubungan terjadi suatu masalah yang menimpa masyarakat desa susukanlebak yaitu terjangkit suatu wabah penyakit Pagebug ( pagi sakit sore mati dan hanya Buyut Tegerlah yang bisa menyembuhkan penyakit tersebut. Petunjuk inipun didapat dari tapakurnya Buyut Silem bahwa yang bisa menyembuhkan penyakit tersebut adalah Buyut Teger. Alhamdulillah dengan kedatangan Buyut Teger ke Desa Susukanlebak dan segala kemampuan beliau serta atas ijin Tuhan Yang Maha Esa Seluruh Rakyat Desa Susukanlebak dapat disembuhkan dan wabah penyakit musnah seperti ditelan bumi. Beliau ( Buyut Teger ) menetap di Desa Susukanlebak sampai meninggalnya. Makamnya pun sampai sekarang banyak dijiarahi orang.
NYAI RAMBUT KASIH
Nyai Rambut Kasih adalah salah satu dari putra buyut silem dari dua saudara. Beliau menetap di Desa Susukanlebak. Beliau dijuluki nama seperti itu karena mempunyai rambut yang sangat panjang sampai ke ujung kaki, prilaku beliau baik sayang terhadap siapapun, apalagi terhadap anak yatim piatu.
Beliau menetap sampai meninggalnya di Desa Susukanlebak dan dimakamkan diMesjid Desa Susukanlebak. Konon orang masih mempercayai bahwa Nyai Rambut Kasih masih berada di Mesjid dan Kolam Mesjid. Makanya setiap hari jum'at kliwon mesjid Desa Susukanlebak banyak dikunjungi orang baik Desa Susukanleak maupun dari luar Desa Susukanlebak untuk keberkahan dan karomahnya, terutama bagi anak-anak yang lambat jalan dengan cara menggosok-gosokkan kaki dan badan anak tersebut ke bedug agar bisa jalan. Adapun kolam yang ada dimesjid banyak dikunjungi para gadis dan janda untuk mencuci muka agar mukanya bercahaya.
EMBAH NURKALAM
Embah Nurkalam adalah orang  pertama yang membawa sinar terang bagi rakyat Desa Susukanlebak. Beliau berasal dari Desa Talaga Sanghyang, Kabupaten Majalengka, beliau datang ke daerah Cirebon dalam rangka perjalanan kedaerah timur untuk mencari ilmu, dan pernah tinggal di Desa Kaligawe serta menetap di Desa Susukanlebak tepatnya diblok Pesantren, beliau merasa prihatin melihat kehidupan di Desa Susukanlebak yang masih menganut ajaran hindu atau kejawen, beliau merasa terpanggil dan bertanggung jawab untuk meluruskan dan merubah kehidupan beragama di Desa Susukanlebak ke ajaran syareat islam yang benar.
Dengan penuh kesabaran dan kebijakan beliau lambat laun  masyarakat Desa Susukanlebak, yang terdiri dari anak remaja dan orang tua tertarik untuk menjadi santrinya beliau. Adapun tempat peristirahatan terakhir beliau berada di Blok Cicurah Desa Susukanlebak. Sebagai informasi terakhir Embah Nurkalam adalah ulama besar yang banyak di ketahui orang bukan saja di Desa Susukanlebak saja melainkan diluar Desa Susukanlebak karena sampai kinipun makamnya masih dijiarahi oleh orang-orang di luar Desa Susukanlebak

DAFTAR KUWU YANG TELAH BERJASA DALAM MEMBANGUN 
DESA SUSUKANLEBAK


Kecamatan Susukanlebak
Sejak ditetapkan sebagai sebuah kecamatan, Desa Susukanlebak memisahkan diri dari Kecamatan Lemahabang. Dengan status barunya tersebut, maka Kecamatan Susukanlebak merupakan satu dari 40 kecamatan di Kabupaten Cirebon yang memiliki luas wilayah 2.788 Ha terdiri dari tanah darat 2.286 Ha, Tanah Sawah 502 Ha, dengan letak ketinggian dari permukaan laut 2000 m.
Wilayah Kecamatan Susukanlebak secara geografis memiliki posisi strategis, yaitu terletak pada 108 08 38 108 24 02BT dan 7 10 7 26 32 LS di bagian utara wilayah Kabupaten Cirebon, dan merupakan pintu masuk dari arah Bandung-Jakarta. Kedudukan dan jarak dari ibukota Propinsi Jawa Barat, Bandung, 105 km dan dari ibukota negara, Jakarta, 255 km melalui Tol Palimanan Kanci.
Secara struktural, Kecamatan Susukanlebak membawahi 13 Desa yaitu: Curug, Curug Wetan, Kaligawe, Kaligawe Wetan, Karangmangu, Susukanlebak, Susukan Agung, Susukan Tonggoh, Wilulang, Sampih, Pasawahan, Ciawi Asih, dan Ciawi Japura. Berdasarkan data yang diunduh dari http://dapil.dprd-cirebonkab.go.id/kecam…, jumlah Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di Kecamatan Susukanlebak adalah 11.115 dengan 18.678 orang penduduk laki-laki dan 18.332 orang penduduk perempuan.
Secara geografis, Kecamatan Susukanlebak berbatasan:
Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Karangsembung
Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Sedong
Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Lemahabang
Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Karangwareng
Kehidupan sehari-hari penduduk Kecamatan Susukanlebak tidak jauh berbeda dengan kecamatan lain yang berlatar belakang pedesaan. Aktivitas di bidang pertanian masih mendominasi sebagian besar penduduknya. Selain pertanian, di kecamatan ini juga terdapat industri pengerukan pasir seperti yang ada di Desa Kaligawe dan di Blok Dongkol Desa Asem yang berbatasan dengan Kecamatan Lemahabang. Pengguna hasil industri tersebut tersebar di wilayah Kabupaten Cirebon serta Kabupaten Kuningan. Selain itu terdapat pula pengrajin bata merah yang di antaranya terdapat di Desa Curug dan sebelah timur Desa Susukan Agung.
Dalam bidang seni dan budaya Kecamatan Susukanlebak memiliki banyak kelompok-kelompok pagelaran seni seperti organ tunggal, kesenian buroq, shalawatan, dan lain sebagainya. Tradisi keagamaan pun sangat terasa di wilayah ini. Puluhan pesantren salafiyah (tradisional) yang dihuni ribuan santri dari sejumlah daerah di Indonesia terdapat di beberapa desa, antara lain Pasawahan, Asem, dan Karangmangu.

Memiliki Tradisi Keagamaan yang Unik
Ghiroh keagamaan yang melekat kuat di masyarakat semakin terasa saat adanya peringatan hari-hari besar Islam. Selain aktifitas Ramadhan, Syawal, dan Rayagung (Idul Adha), sejumlah momen penting yang kerap diperingati adalah Maulid Nabi Muhammad Saw di bulan Rabiul Awwal dan munculnya penganan cimplo di bulan Shafar. Cimplo merupakan penganan khas nan unik yang terbuat dari tepung terigu dengan proses pembuatan layaknya serabi. Masyarakat di Kecamatan Susukanlebak umumnya mencocol cimplo ke dalam kuah khas berasal dari gula aren dan parutan kelapa.
Cimplo menjadi unik dan khas karena jenis kuliner ini hanya dapat ditemui setahun sekali di bulan Shafar. Cimplo digunakan sebagai simbol untuk membuang bala yang konon banyak diturunkan Tuhan pada bulan tersebut. Tradisi membuang bala ini mengalami puncaknya pada hari Rabu terakhir di Bulan Shafar, yang dikenal dengan istilah Rebo Wakasan.
Boleh jadi, tradisi Rebo Wakasan itu berdasarkan pemahaman para kyai terhadap Kitab Kanzun Najah was Suruur fil Adiyah allati Tasyrahush Shuduur karangan Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quds yang katanya pernah mengajar di Masjidil Haram Makkah Al-Mukarramah. Konon, disebutkan dalam kitab itu bahwa pada hari itu (Rebo Wakasan) akan turun 320.000 bala, musibah, ataupun bencana. Sehingga dikatakan bahwa hari itu merupakan hari yang paling berat sepanjang tahun.
Ketika Rebo Wakasan ini biasanya masyarakat membawa air dan berkumpul di tajug (mushalla) untuk membacakan doa-doa tertentu. Tradisi Rebo Wakasan biasa dilakukan antara Maghrib dan Isya. Adapun air yang telah dibacakan doa-doa dari jamaah yang hadir kemudian dibawa pulang untuk diminum masing-masing jamaah dan keluarganya.

Sejarah asal mula desa Karangmangu, Susukanlebak, Cirebon - Jawa Barat

SEJARAH ASAL MULA DESA KARANGMANGU


Menurut cerita....kala itu desa karangmangu merupakan sebuah hutan yg belum dihuni oleh manusia. sekitar tahun 1650 M atau pada abad ke 16 M datangkah 3 orang dr desa Manis Talaga ( wilayah kerajaan talaga/ skrg majalengka ) yaitu Mbah Anut Sari, Mbah Nurkalam dan Nyi Randa Kasihan. Tujuan mereka adalah untuk mencari pemukiman baru yang cocok. Lama kelamaan mereka mendapatkan pengikut diantaranya Moch. Basyir dan Buyut Tengger. Dalam suatu musyawarah diputuskan bahawa diantara mereka harus ada yang meninggalkan tempat yang didiami menuju tempat lain untuk meneruskan pengembaraannya yaitu Mbah Nurkalam, Nyi randa kasihan dan buyut Tengger yang akhirnya mereka mendapatkan tempat yg sekarang desa Susukanlebak. Maka menetaplah di Karangmangu Mbah Anut Sari dan Moch. Basyir serta para pengikutnya. ( sumber : makalah sejarah desa karangmangu oleh Eyon Yugaria : 1983).
Beberapa tahun kemudian datanglah 2 orang pendatang baru yaitu pangeran welang dan pangeran weling dari desa gebang dan japura mereka berdua adalah keturunan dari pangeran wirasuta penguasa wilayah gebang, pangeran wirasuta merupakan putra pangeran pasarean. pangeran pasarean sendiri adalah putra dari Sunan Gunung Jati dari istri Nyai Ageng Tepasari. Kedatangan kedua pangeran itu adalah untuk mencari sumber air guna mengairi sawah di desanya masing-masing. Setelah mengadakan perundingan dengan Mbah Anut Sari dan Moch. Basyir maka maksud kedua pangeran tersebut di setujui. maka di buatlah oleh pangeran Welang sebuah aliran yang mengambil sumber air dr Leuwi Betok cimanis menyusuri desa karangmangu, desa kaligawe, sebelah selatan desa belender, desa karangwareng, desa serang, desa dompyong, desa kalimaro desa gebang terus menuju laut. (Kini saluran tersebut masih ada). Pembuatan saluran tersebut menurut orang tua dulu di buat dengan alat yg di sebut cis atau encis (semacam tongkat pusaka zaman dulu). agar air nya mengalir melalui saluran tadi maka leuwi betok di bendung dengan menggunakan sebuah batu besar dan waktu penyelesaiannya memakan waktu setengah hari saja (kata orang sunda "sabedug"). maka dinamakanlah saluran tersebut dengan nama "Cibedug". Pada waktu yg bersamaan pangeran Weling juga membuat saluran air dari sumber yang sama yaitu Sungai cimanis, tapi tepatnya di leuwi gede melalui desa susukanlebak. leuwidinding, lemahabang, japura sampai ke laut. (sumber : makalah sejarah desa karangmangu oleh Eyon Yugaria : 1983).
Setelah pangeran welang selesai membuat saluran cibedug, maka pangeran welang dan Mbah Anut Sari membuat rencana untuk membangun sebuah tempat peristirahatan di pinggir saluran cibedug. setelah mendapat tempat yg cocok maka dibuatlah sebuah tempat peristirahatan berbentuk saung (gazebo) dan sebuah tajug /mushola lengkap dengan sebuah kolam ( balong).(tempat tersebut sekarang di kenal dengan sebutan balong burung dan mulai tahun 2010 masyarakat setempat menyebut tempat tersebutdengan sebutan balong karomah). Mushola tersebut berdiri diatas 4 buah pondasi batu. 2 pondasi batu berada di kolam ( balong). 2 pondasi batu lagi berada di atas tanah. seiring waktu, pangeran Welang dan Mbah Anut Sari mempunyai rencana kedepan. Pangeran Welang ingin membangun pemukiman Mbah Anut Sari ini agar maju dan ramai di huni oleh penduduk. maka Mbah Anut Sari dan pangeran welang mendiskusikan nama pemukiman atau tempat yg akan di bangun tersebut, dari keinginan untuk membangun sebuah pemukiman diberilah nama pemukiman tersebut "Karang Mangun". Karang artinya tempat. Mangun artinya membangun. jd karangmangun artinya tempat yg akan dibangun menjadi suatu pemukiman yg ramai dan maju. seiring perkembangan zaman dan perjalanan waktu yg lama pengucapan kata karangmangun mengalami peleburan ucap menjadi karangmangu.
Pada waktu itu jauh setelah periode Mbah anut sari, kolam atau balong tsb kering karena bendungan untuk mengairi cibedug telah pindah ke leuwi goreng ( di bengkah ). pindahnya bendungan karena kondisi kedalaman cimanis telah berubah semakin dalam akibat pengikisan. setelah bendungan di pindah dan aliran cibedug kering maka kering pula balong atau kolam yg pernah di buat oleh pangeran welang. itulah sebabnya balong tersebut dikenal dengan sebutan balong burung. dan kini di tempat itu sekitar tahun 2000-an kawasan balong burung telah ramai di huni oleh rumah rumah penduduk serta telah berdiri sebuah mushola, maka sebutan balong burungpun berubah menjadi Balong karomah.
Menelaah Asal Kata "Karangmangu". (Pertama ). Sejak kapan nama karangmangu ada? zaman Mbah Anut Sari kah ? dan apakah bahasa indonesia sdh terbiasa dipakai di Karangmangu pada masa itu ? karena kalau karangmangu artinya..karang = tempatyang luas. mangu/termangu : diam memikirkan sesuatu . mangu / termangu itu berasal dari kosa kata bahasa indonesia/melayu. jd zaman embah anut sari berarti bahasa melayu sdh biasa di gunakan ?
(Kedua). Asal muasal nama karangmangu kemungkinan bisa juga berasal dari kata karangmangun. Karang artinya tempat yang luas, Mangun artinya Membangun. Jadi bila diartikan yaitu Tempat yang dibangun.
(Ketiga). Ada satu pendapat lagi bahwa nama karangmangu berasal dari kata "karang" dan dari kata "manggu" karang = tempat. "manggu" berarti manggis. jd kemungkinan dulu banyak pohon manggu /manggis di wilayah tersebu kala itu dan entah kenapa pohon manggu menjadi punah. Kemudian kata "manggu" juga kemungkinan mengalami peleburan kata (portmenteau ) menjadi "mangu" karena kemungkinan agak sulit mengucap kata "manggu" akhirnya terucap "mangu" (agak bindeng atau sengau ). Contoh banyak nama kota di Indonesia juga yang terjadi peleburan kata misalnya cirebon dr kata cai rebon atau kata caruban. nama bandung diambil dr kata bendung karena dulu kota bandung adalah sebuah danau purba danau yg sangat luas namun kemudian mengering karena aliran sungai cikapundung terbendung yg menyebabkan danau purba itu mengering dan jadilah sebuah daratan yg di sebut bandung ( dari kata bendung). demikian pula dg karangmangu yg berasal dr kata karangmanggu. gak percaya ?? disini saja di wikipedia.org ketik nama karangmangu kec. susukanlebak kab. cirebon. yg akan kita jumpai adalah karangmanggu kec. susukan lebak kab. Cirebon.
FAKTA AKURAT Periode antara Pemerintahan Mbah Anut Sari dan Penguasa Cirebon. Mbah anut sari memerintah karangmangu mulai tahun 1799. jauh dari periode kesultanan cirebon yg dipimpin oleh Sunan Gunung Jati. periode tahun 1700-an kesultanan cirebon telah terpecah menjadi 3 kesultanan. jd periode mbah anut sari ini berada dalam periode sultan kanoman yang di pimpin oleh sultan Anom IV (1798-1803). Pemerintahan mbah anut sari dibantu oleh 2 orang pangerang dr Gebang (kala itu gebang dipimpin oleh keturunan dari pangeran pasarean ). 2 orang tersebut bernama paangeran welang dan pangeran weling.
1.   Tentang Mungkal bongkok.
Dulu masyarakat sekitar balong burung mengkultuskan sebuah batu. batu tersebut seperti orang yg sedang membungkuk, tingginya sekitar 1/2 meter dan batu tersebut sangat berat. konon karena bentuk dan beratnya itu masyarakat sekitar mensyakralkan batu tsb. ( sebenarnya darimana batu bongkok berasal dan mengapa batu bongkok itu berat ? (sumber pustaka : makalah sejarah desa karangmangu oleh : Eyon Yugaria, 1983 ).
            #Misteri Mungkal Bongkok. Mungkal artinya Batu. mungkal adalah bahasa sunda wewengkon ( bhs sunda yg hanya ada di daerah tertentu. bukan bahasa sunda pada umumnya). hanya orang kuningan,sebagian majalengka dan sunda cirebon yg megucapkan batu dengan kata mungkal.
Banyak cerita hebat yg membuat bulu kuduk berdiri mendengar kata mungkal bongkok. ada yg bilang mungkal bongkok itu ada penunggunya. tdk bisa dan tak ada orang yg mampu mengangkatnya walaupun oleh 4 orang. trus ada lagi yg bilang kalau ada yg berani memindahkan mungkal bongkok maka akan terkena bencana dan kesialan. pada waktu penulis masih anak-anak,mungkal bongkok berada di pinggiran aliran cibebedug atau klw skrg posisinya di sebelah timur mushola Al-Karomah. pernah pula batu bongkok itu berpindah tempat makin percaya saja orang orang akan kesaktian batu tsb. mungkal bongkoknya pindah sendiri ..wewwwqqhh....
Akhirnya banyak orang yg mensyakralkan mungkal bongkok dan terjadilah pergeseran akidah ketauhidan. masyarakat mulai melakukan upacara upacara selamatan memohon berkah, memberi sesajen. dll. Padahal mennurut informasi dan penelusuran ilmiah, bahwa batu bongkok tersebut merupakan tanda batas wilayah antara blok desa dan blok karanganyar. tp ada informasi lagi dari bapak H. Ahmad Basuki yg juga dia mendapatkan informasi dr bpk Ahmad Mukti Alm. Batu bongkok itu merupakan salah satu batu yg digunakan sebagai pondasi mushola yg di bangun oleh pangeran welang dahulu. 3 batu pondasi lainnya kemungkinan sudah tertimbun tanah.
            Meluruskan aqidah. Karena makin ke sini pemujaan terhadap batu bongkok makin ramai, maka waktu itu beberapa pemuda yg sedang mendalami agama islam yg kaffah berinisiatif menghancurkan batu bongkok teraebut. lalu pd malam hari beberapa pemuda tsb mencoba dg was-was mengangkat batu bongkok. dan apa yg terjadi ????? betapa kagetnya para pemuda itu...ternyata batu bongkok yg katanya tidak bisa di angkat itu, kenyataannya mampu diakat dg mudahnya. lalu di buanglah mungkal bongkok tsb ke kedung di bawah bendungan Karnawinangu dan bruaaakk hancur berbelah jd 2. esoknya terjadi kehebohan warga yg kehilangan mungkal bongkok dan nyatanya tak sedikitpun para pemuda itu mendapatkan bala kesialan dr tindakan mereka. artinya selama ini warga telah dibohongi oleh pihak-pihak yg ingin mengambil keuntungan dr berita bohong tentang kekuatan mungkal bongkok dan dr kegiatan berbau takhayul serta penuh prkatek kemusyrikan.
Kesimpulan ilmiah Batu bongkok atau mungkal bongkok adalah batuan biasa namun memilliki masa jenis atau kepadatan yg lebih dari batu yg ada di sekitarnya. mungkal bongkok kemungkinan merupakan tanda batas wilayah blok Desa dan blok Karanganyar. Atau mungkin mungkal bongkok merupakan salah satu pondasi mushola yg dibangun oleh pangeran welang dan Mbah Anut Sari.Kadang-kadang orangtua kita menciptakan suatu cerita yg menakut nakuti demi menjaga situs peninggalan nenek moyang. Segala kekuatan hanya milik Alloh. bukan pada sebuah batu .Wallahualam bisshawab.

2.    Asal mula nama blok karanganyar.
Dulu sejak Mbah anut sari mulai memimpin karangmangu yg berpusat di blok balong burung, dibantu oleh pangeran welang yg mulai membangun karangmangu, maka berdatanganlah para pendatang baru. saat itu pangeran welang dan Mbah Anut sari telah memiliki "master plan " atau rencana tata ruang desa. maka di siapkanlah kawasan pemukiman yg nantinya diperuntukkan dibangun rumah-rumah penduduk. maka di bangunlah/ditata pusat pemukiman yaitu dibagian timur blok balong dan di ujung sebelah barat desa yg berbatasan dg perbukitan (mengger). sedangkan bagian tengah wilayah desa dan bagian selatan disiapkan untuk persawahan. sejak saat itu mulailah penduduk membangun rumah rumahnya. kawasan yg pertama banyak dihuni adalah kawasan sebelah barat desa yg skrg bernama blok cantilan. cantilan berkembang pesat..penduduknya mulai menggarap tanah di bagian selatan dan tengah. sedangkan bagian timur desa atau di kawasan balong menjadi pusat kendali pemerintahan. penduduk di kawasan balong jg banyak yg menggarap tanah di bagian tengah desa dan sebelah selatan desa. kemudian pusat pemerintahan dipindah dr blok balong ke sebelah timur (blok bale desa). begitulah seterusnya.sampai masa pemerintahan Mbah Anut Sari berakhir dan wafat . Entah sejak kepeminpinan siapa (diperkirakan sejak kepemimpinan Mbah kobar) akhirnya jumlah penduduk semakin banyak, pemukiman sebelah timur dan cantilan sdh padat. maka master plan atau tata ruang desa pun berubah. kawasan tengah desa karangmangu yg tadinya merupakan kawasan persawahan berubah menjadi kawasan pemukiman penduduk. sejak saat itulah kawasan karangmangu bagian tengah tsb dinamakan "Karanganyar" . Karang artinya tempat, anyar artinya baru. jadi karanganyar bisa di artikan sebagai Tanah Baru atau kawasan Baru atau tempat pemukiman Baru.

3.    Asal Mula blok jatirah.
Blok jatirah merupakan tapal batas desa karangmnagu di sebelah selatan dan timur...berbatasan dg blok bulakpanjang desa kaligawe. blok jatirah td nya merupakan kawasan pesawahan. mulai di huni pertama kali oleh seorang penduduk bernama Mbah Kaswan yg berasal dr blok karanganyar.
Sebelum terkenal dg nama JATIRAH, blok ini dikenal dg sebutan blok "umbul" . di sebut umbul karena letaknya yg jauh dr pusat pemerintahan desa . blok ini jg ada yg menyebutnya blok pancat. Kembali ke cerita mbah kaswan, Mbah Kaswan mulai menghuni blok tersebut bersama beberapa orang kerabatnya dr blok karanganyar. mbah kaswan merupakan seorang yg memiliki ilmu pengobatan alternatif. dia memperoleh ilmu tsb dr proses pendekatan ilahiah yaitu "puasa". kemampuannya menyembuhkan penyakit mulai dikenal orang dr berbagai daerah, bahkan sampai ke losari. Banyak Masyarakat yang berobat dengan cara menginap ditempat Mbah Kaswan sampai penyakitnya sembuh. Proses pengobatan sambil menginap atau kalau zaman sekarang disebut dengan Rawat Inap dikenal dengn istilah dalam basa Sunda nya yaitu "Titirah". Akhirnya kata umbul berubah menjadi jatirah. jatirah berasal dr kata "titirah" yg artinya menetap sementara waktu dalam rangka penyembuhan dr satu penyakit.Demikian sampai skrg nama tempat tsb disebut blok jatirah.

4.    Situs-situs penting Desa Karangmangu
1.    Situs komplek Pemakaman Bong Terletak di komplek pemakaman Bong blok Desa. disinilah terdapat makam Mbah anut sari yang merupakan kuwu pertama Desa Karangmangu.
2.    Situs Lemah Putih Terletak di sebelah timur astana/pemakaman bong. Dahulunya merupakan jalur perjalanan penguasa cirebon waktu itu ketika melakukan patroli wilayah kekuasaan. Lemah berasal dari bahsa jawa artinya Tanah, jadi lemah Putih artinya Tanah putih karena memang tanah di sana berwarna putih. Situs lemah putih ini juga sebagai tanda batas antara Desa karangmangu dengan Desa Kaligawe.
3.    Situs Balong Burung/ Balong Karomah Terletak di blok Desa atau blok Balong. Merupakan tempat dimana Mbah Anut Sari dan Pangeran Welang mulai membangun Desa Karangmangu.
4.    Situs Dukuh Asem/ Bulak Asem Terletak di Blok karanganyar. Merupakan komplek pemakaman Kuwu ke-3 sampai kuwu ke 5.
5.    Situs Makam Mbah Alimudin Terletak di Blok cantilan. Mbah Alimudin merupakan seorang ulama yang berperan menyebarkan syiar Islam di Desa Karangmangu. makamnya sering dikunjungi oleh penziarah dari berbagai wilayah di luar Karangmangu.
6.    Situs Makam Buyut Pantun Saringin Terletak di blok cantilan. Tidak banyak yang tahu tentang Buyut pantun saringin, hanya beberapa sumber mengatakan dia sangat mahir bernyanyi ( kidung) dan berpantun sehingga dikenal dengan sebutan Buyut Pantun saringin.

SILSILAH KUWU DESA KARANGMANGU 
1. Mbah Anut Sari Tahun 1799 - 1818 
2. Bapak Dalidjan Tahun 1818 - 1835 
3. Bapak Kobar Tahun 1835 - 1882 
4. Bapak Rasiwan Surawidjaja Tahun 1882 - 1907 
5. Bapak Rengga Surawidjajaa Tahun 1907 - 1932 
6. Bapak Moch. Zein Tahun 1932 - 1933 
7. Bapak Madarip Surapradja Tahun 1933 - 1949 
8. Bapak K.A Abdul Gani Tahun 1949 - 1959 
9. Bapak Moch Noer Tahun 1959 - 1989 
10.Bapak Dedi Wasari Tahun 1990 - 1998 
11.Bapak Ahmad Basuki (pjs) Tahun 1998 - 2004 
12.Bapak Supriatna Tahun 2004 - 2014
Demikian sejarah asal mula Desa Karangmangu, mohon maaf jika ada kekurangan dan kesalahan. 


makalah tentang gua sunyaragi

TUGAS PAI "GUA SUNYARAGI" Disusun Oleh :  .................................... .................................. ...